Search

Q&A : CERDAS BER-SWAMEDIKASI

Updated: Feb 20, 2021

YUK CERDAS BER-SWAMEDIKASI!


Prinsip pertanyaan 5W3H dalam cerdas ber-swamedikasi:

1.) What - Apa itu Swamedikasi?

2.) Why - Mengapa harus cerdas Berswamedikasi?

3.) Who - Siapa yang terlibat dalam Swamedikasi?

4.) Where - Dimana kita bisa cerdas Berswamedikasi?

5.) When - Kapan Swamedikasi dapat dilakukan?


A.) How - Obat yang bagaimana yang dapat diperoleh dengan cara Swamedikasi?

B.) How - Bagaimana cara cerdas Berswamedikasi dengan 'Tanya 5O' ?

C.) How - Bagaimana cara cerdas Berswamedikasi dengan 'DaGuSiBu'?


1.) WHAT? : Apa itu Swamedikasi?

Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dapat dibeli bebas di Apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Penggunaan obat yang sesuai dengan aturan dan kondisi YES Family akan mendukung penggunaan obat yang tepat. Pengobatan sendiri pun harus sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.


2.) WHY? : Mengapa Harus Cerdas Ber-swamedikasi?

Dalam swamedikasi tentu YES Family harus memperhatikan dalam pemilihan obat agar dapat mencegah terjadinya medication error. Medication error adalah ketidaktepatan dalam penggunaan obat-obatan yang dapat dicegah atau juga kesalahan dalam pemberian obat. Dengan begitu, dalam pemilihan jenis obat pun harus sesuai dengan aturan dan kondisi YES Family. Terutama YES Family perlu diperhatikan, yaitu :

  • Gejala dan keluhan penyakit

  • Alergi setelah mengonsumsi obat tersebut

  • Nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara pemakaian, efek samping dan interaksi obat

  • Perlu konsultasi dengan tenaga Apoteker untuk penjelasan obat berikut dengan kegunaannya

Dalam swamedikasi harus benar-benar dalam memperhatikan dosis yang tepat ataupun YES Family dapat melakukan konsultasi langsung dengan Apoteker yang berada di Apotek. Dan untuk penyakit yang sedang YES Family rasakan ringan sebaiknya untuk banyak beristirahat atau mengonsumsi obat sesuai dengan keluhan yang sedang dirasakan. Selain itu juga, sebelum YES Family akan menggunakan obat YES Family harus membaca cara pemakaiannya pada etiket, brosur atau kemasan obat agar penggunaanya tepat dan aman.


3.) WHO? : Siapa yang Terlibat dalam Swamedikasi?

Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami, seperti :

  1. Masyarakat umum.

  2. Apoteker yang berada di Apotek

Dan keluhan tersebut dapat diobati secara mandiri sesuai dengan gejala yang sedang dirasakan. Oleh karena itu, beberapa contoh swamedikasi untuk penyakit ringan yang sering dialami YES Family, diantaranya :

  • Flu Pada saat, YES Family sedang merasakan flu maka hal yang dapat dilakukan YES Family yaitu dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi dan perbanyak mengonsumsi air putih. Namun, apabila selama 3 hari gejala tidak membaik sebaiknya untuk langsung periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.


  • Batuk

Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh paru-paru atau saluran pernapasan bila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang saluran pernapasan. Ada dua jenis batuk yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai keluarnya dahak dan batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak dari batang tenggorokan. Namun, bila selama 3 hari gejala tidak membaik segera untuk periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.


  • Demam

Suhu tubuh normal adalah 37°C. Apabila suhu tubuh lebih dari 38°C pada anak dibawah lima tahun maka akan menimbulkan kejang dengan gejala antara lain tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan mulut tertutup rapat, serta penurunan kesadaran. Dengan begitu, sebaiknya segera untuk membawanya ke dokter.

  • Diare

Diare adalah buang air besar dalam bentuk cair lebih dari 3 kali dalam sehari, biasanya disertai sakit dan kejang perut. Obat yang dianjurkan untuk diare adalah oralit untuk mencegah kekurangan cairan. Jenis-jenis diare :

  1. Diare akut, disebabkan oleh infeksi usus, infeksi bakteri, obat-obat tertentu atau penyakit lain. Gejala diare akut adalah tinja cair, terjadi mendadak, badan lemas kadang demam dan muntah, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari.

  2. Diare kronik, yaitu diare yang menetap atau berulang dalam jangka waktu lama, berlangsung selama 2 minggu atau lebih.

  3. Disentri adalah diare disertai dengan darah dan lendir.


  • Maag

Sakit maag adalah peningkatan produksi asam lambung sehingga terjadi iritasi pada lambung. Maag atau sakit lambung memiliki gejala khas berupa rasa nyeri atau perih pada ulu hati meskipun baru saja selesai makan.

  • Nyeri

Nyeri merupakan suatu gejala yang menunjukkan adanya gangguan-gangguan di tubuh seperti peradangan, infeksi dan kejang otot. Contoh : nyeri karena sakit kepala, nyeri haid, nyeri otot, nyeri karena sakit gigi, dan lain-Iain. Obat nyeri adalah obat yang mengurangi nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.



4.) WHERE? : Dimana Kita Bisa Cerdas Ber-swamedikasi?

Swamedikasi boleh dilakukan dengan menggunakan obat yang diperoleh atau dibeli tanpa resep dokter baik di Apotek maupun di toko yang sudah memiliki izin. Sebelum menggunakan obat bebas, YES Family harus terlebih dahulu mencari informasi umum dengan melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan seperti Apoteker yang berada di Apotek. Adapun informasi umum dalam hal ini dapat berupa etiket maupun brosur.


5.) WHEN? : Kapan Swamedikasi dapat Dilakukan?

Swamedikasi atau pengobatan sendiri untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas atau fasilitas kesehatan. Ketika gejala awal yang baru dirasakan dan belum memasuki tahap serius ataupun belum perlu untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan. Contohnya :

  1. Batuk kering atau berdahak sudah lebih dari 7 sampai 10 hari

  2. Diare sudah lebih dari 3 hari

Dihitung dari awal gejala yang YES Family rasakan dan belum ada keluhan serius seperti demam diatas 40o Celcius, dehidrasi berat akibat diare, batuk berdarah dan lain-lain. Apabila dalam 3 hari setelah melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi, namun gejala tidak membaik sebaiknya untuk segera konsultasi dengan dokter untuk penanganan yang lebih baik.

A.) HOW? : Obat yang bagaimana yang dapat diperoleh dengan cara Swamedikasi?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 917/Menkes/Per/X/1999 yang kini telah diperbaiki dengan Permenkes RI nomor 949/Menkes/Per/2000, penggolongan obat berdasarkan keamanannya terdiri dari: obat bebas, bebas terbatas, wajib apotek, keras, psikotropik, dan narkotik. Tetapi obat yang diperbolehkan dalam swamedikasi hanyalah golongan obat bebas dan bebas terbatas, dan wajib apotek.

  • Obat Bebas Obat golongan ini relatif lebih aman, dapat diperoleh tanpa resep dokter dan selain di Apotek juga dapat diperoleh di warung-warung.

  • Obat Bebas Terbatas

Obat golongan ini juga relatif aman selama pemakaiannya sesuai dengan aturan pakai yang ada dan peringatan pada kemasan obat tersebut. Obat ini juga dapat diberikan tanpa resep dokter. Ada juga peringatan yang tertera pada kemasan obat seperti :

  • P1 : Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Pakai

  • P2 : Awas! Obat Keras. Hanya Untuk Dikumur, Jangan Ditelan

  • P3 : Awas! Obat Keras. Hanya Untuk Bagian Luar Badan

  • P4 : Awas! Obat Keras. Hanya Untuk Dibakar

  • P5 : Awas! Obat Keras. Tidak Boleh Ditelan

  • P6 : Awas! Obat Keras. Obat Wasir, Jangan Ditelan


  • Obat Wajib Apotek

Obat wajib apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien di Apotek tanpa resep dokter. Obat wajib apotek ini biasanya harus dicatat terkait data pasien dan penyakit yang sedang dirasakan oleh Apoteker pada saat pemberian obat. Ada juga kriteria obat yang dapat diserahkan :

  • Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada ibu hamil, anak dibawah usia 2 tahun dan orang tua diatas 65 tahun.

  • Pengobatan sendiri dengan obat yang dimaksud tidak memberikan resiko yang berkelanjutan pada penyakit tersebut.

  • Penggunaan tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

  • Obat dimaksud memiliki rasio keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.

B.) HOW? : Bagaimana cara cerdas Berswamedikasi dengan

'Tanya 5O' ?

Kementerian Kesehatan telah mempromosikan tagline "tanya lima O". Melalui tagline ini diharapkan YES Family dapat lebih aktif lagi mencari informasi tentang obat, baik kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga farmasi, maupun dari sumber informasi lainnya yang valid dan terpercaya, seperti kemasan obat atau referensi resmi. “Tanya Lima O” merupakan 5 pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu:

  1. OBAT ini apa NAMA dan KANDUNGANnya?

  2. OBAT ini apa KHASIATnya?

  3. OBAT ini berapa DOSISnya?

  4. OBAT ini bagaimana cara MENGGUNAKANnya?

  5. OBAT ini apa EFEK SAMPINGnya?

Selain lima pertanyaan tersebut, YES Family hendaknya aktif bertanya hal lain terkait obat yang akan atau sedang dikonsumsi.

C.) HOW? : Bagaimana cara cerdas Berswamedikasi dengan 'DaGuSiBu' ?

Penggunaan obat secara benar sangat penting untuk membantu penyembuhan pasien serta mencegah dari suatu penyakit tertentu. Namun, di masyarakat belum banyak orang yang mengetahui cara pengelolaan obat dengan baik. Cara pengelolaan obat dengan baik dan benar adalah dengan sistem DAGUSIBU.

  1. Dapatkan Obat di Apotek Belilah obat yang paling terjamin, yaitu di Apotek. Penyimpanan obat di Apotek lebih terjamin sehingga obat sampai ke tangan YES Family dalam kondisi baik keadaan fisik maupun kandungan kimianya tidak berubah. Pastikan Apotek yang YES Family kunjungi memiliki izin dan memiliki Apoteker yang siap membantu YES Family setiap saat. Tips untuk mendapatkan obat dengan benar yaitu:

  • Tebuslah resep dokter di Apotek yang jelas legalitasnya

  • Perhatikan penggolongan obat

  • Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur ataupun etiket

  • Perhatikan kedaluwarsa obat

  • Perhatikan kualitas kemasan obat

2. Gunakan obat sesuai anjuran Penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan atau etiket. Untuk dapat menggunakan obat yang tepat dan benar konsultasi lah dengan Apoteker yang berada di Apotek, karena dalam penggunaan obat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Obat jenis antibiotik harus diminum sampai habis untuk tidak mencegah timbulnya resistensi.

  • Gunakan obat sesuai dengan aturan atau petunjuk yang terdapat dalam kemasan obat.

  • Tanyakan petunjuk kepada Apoteker tentang bagaimana cara penggunaan obat khusus, misalnya suppositoria, tetes mata, inhaler ataupun yang lainnya.

  • Baca peringatan dalam kemasan obat.

  • Waktu minum obat sesuai dengan yang sudah dianjurkan.

  • Penggunaan obat bebas dan bebas terbatas tidak digunakan secara terus menerus.

  • Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah.

  • Hindari menggunakan obat orang lain walaupun gejala yang dirasakan serupa.

  • Sebaiknya obat tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu.

3. Simpan obat di tempat penyimpanan

Supaya obat yang YES Family pakai tidak rusak maka perlu menyimpan obat tersebut dengan benar dan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan obat tersebut. Tips untuk penyimpanan obat yang benar :

  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak

  • Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam kemasan tertutup rapat

  • Simpan obat ditempat yang sejuk, kering dan terhindar sinar matahari langsung

  • Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu yang panjang karena suhu dalam mobil tidak stabil

  • Sediaan suppositoria harus disimpan didalam lemari es supaya tidak meleleh

  • Bila ragu atau tidak mengerti mengenai penyimpanan obat, maka tanyakan kepada Apoteker atau tenaga kesehatan terdekat


4. Buang obat dengan baik dan benar

Bila obat telah kedaluwarsa atau rusak maka obat sebaiknya tidak untuk dikonsumsi, untuk itu obat tersebut perlu dibuang. Kerusakan obat pun dapat disebabkan oleh adanya faktor suhu, udara yang lembab dan paparan sinar matahari. Pada saat akan membuang obat, sebaiknya jangan sembarangan agar obat tersebut tidak dapat disalahgunakan. Cara membuang obat yang baik dan benar, yaitu obat dapat dikeluarkan terlebih dahulu dari kemasannya, kemudian dapat direndam didalam air dan kemudian dipendam ataupun ditimbun didalam tanah. Inti dari swamedikasi adalah pemilihan dan penggunaan obat dari diri sendiri, untuk diri sendiri sebagai langkah awal mengatasi gejala penyakit. Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam swamedikasi. Jika ada yang ingin didiskusikan dalam pemilihan obat swamedikasi, jangan sungkan untuk bertanya kepada Apoteker Apotek Yes Farma. Sebagai seorang profesional kesehatan dalam bidang kefarmasian, Apoteker mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan bantuan, nasehat dan petunjuk kepada masyarakat yang ingin melakukan swamedikasi, agar dapat melakukannya secara bertanggung jawab.


YES! GRATIS LAYANAN TELEFARMASI

"Tanya Obat Tanya Apoteker!"

Yuk manfaatkan layanan TELEFARMASI dengan Apoteker Apotek Yes Farma untuk konsultasi seputar obat-obatan, vitamin, suplemen dan kesehatan secara online! Layanan TELEFARMASI dengan memanfaatkan teknologi sosial media ini GRATIS lho! YES Family dapat memilih aplikasi yang paling nyaman untuk Anda sesuai kesepakatan dengan apoteker kami.

YES! Silakan hubungi kontak kami untuk info lebih lanjut mengenai layanan TELEFARMASI!!

Say YES to a healthier you!

Salam sehat,

APOTEK YES FARMA

Jl. Mekar Wangi No. 2-B, Bandung

(022) 42825938

Whatsapp: 085759811288

www.apotekyesfarma.com

apotekyesfarma.bdg@gmail.com

FB, IG, Youtube : apotekyesfarma

Tokopedia.com/apotekyesfarma

Goapotik.com/penjual/apotek-142

Halodoc partner

MOSHealth partner

KlikDokter partner

GrabHealth / Good Doctor partner




Special thanks to :

Article → Friska Ayuningtyas

Editor → apt. Jessica Aryanti

135 views0 comments

Recent Posts

See All